“Bijak Bermedsos, Cegah Hoaks dan Fitnah”
(Dakwah Da’i Kamtibmas Polres Gresik oleh Andik Irawan)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan yang telah memberi kita nikmat ilmu, teknologi, dan kemudahan dalam berkomunikasi.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan terbaik dalam menjaga lisan dan kehormatan sesama.
Saya Andik Irawan, anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik, pada kesempatan kali ini akan menyampaikan pesan dakwah singkat bertema “Bijak Bermedsos, Cegah Hoaks dan Fitnah.”
💻 Isi Dakwah
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Di zaman modern ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Dari ujung jari, kita bisa menyampaikan pesan kebaikan, tapi juga bisa menebar keburukan.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)Kalimat ini sangat relevan untuk kita renungkan di era digital sekarang.
Sebab banyak sekali orang terjerumus dosa hanya karena status, komentar, dan share yang tidak dipikir matang.
Hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan provokasi bisa menyulut emosi, memecah belah masyarakat, bahkan menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Padahal Islam mengajarkan kita untuk tabayyun — memastikan kebenaran setiap berita sebelum menyebarkannya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya.”
(QS. Al-Hujurat: 6)Jadi, tugas kita sebagai umat Islam bukan hanya menjaga lidah, tapi juga menjaga jari kita agar tidak menulis sesuatu yang menimbulkan fitnah.
Bijak bermedsos artinya kita menyebarkan kebaikan, menguatkan persaudaraan, dan mencegah keresahan di dunia maya.
Karena keamanan bukan hanya di jalan, tapi juga di layar ponsel kita.
Saudaraku,
Dunia maya adalah cermin dunia nyata. Bila kita menebar kebaikan di media sosial, maka akan lahir kedamaian di dunia nyata.
Tapi bila kita menebar kebencian, maka api perpecahan akan mudah menyala.
Mari kita jadikan media sosial sebagai ladang pahala, bukan sumber dosa.
Gunakan akun kita untuk menebar ilmu, inspirasi, dan motivasi.
Saya Andik Irawan, Da’i Kamtibmas Polres Gresik, mengajak seluruh masyarakat:
“Berhentilah sejenak sebelum mengetik. Pikirkan sebelum membagikan. Karena satu kalimat bisa menenangkan — tapi juga bisa menghancurkan.”
Mari kita bijak bermedia sosial, cegah hoaks dan fitnah, demi terciptanya Kamtibmas yang aman, damai, dan penuh rahmat Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.